Senin, 13 April 2020

Alat Ukur Volume. Physics is Fun.

   A. Gelas Ukur
Gelas ukur secara sederhan adalah peralatan laboratorium berbentuk gelas yang termasuk ke dalam kategori glassware laboratorium, gelas ukur ini berfungsi untuk mengukur volume cairan yang tidak memerukan ketelitian tinggi seperti; pereaksi/reagen untuk analisis kimia kualitatif. Gelas ukur berbentuk corong/silinder dan ada garis penanda pada satu sisi gelas ukur sebagai hitungan jumlah cairan yang telah terukur dan mempunyai ukuran volume mililiter yang berfariasi.

Umumnya Gelas ukur dibuat dalam berbagai ukuran mulai dari 5 mL hingga 2 Liter. Gelas ukur terbuat dari bahan polypropylene karena bahan ini memiliki ketahanan terhadap kimia yang cukup baik dan polymethylpentene atau transparansi, hal itu membuat gelas ukur menjadi lebih ringan tapi lebih rapuh juga dari kaca, maka Gelas Ukur tidak bisa digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala. Perbedaan gelas ukur dan gelas kimia adalah, Gelas ukur sebagai alat ukur sedangkan gelas kimia adalah alat tampung. Penggunaan secara benar kedua gelas kimia ini akan sangat membantu Anda di laboratorium.











Bagian-Bagian Gelas Ukur
  1.  Mulut gelas
  2. Skala
  3. Dasar gelas
Cara Menggunakan Gelas Ukur
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengukuran dengan alat ini, seperti:
  1. Memastikan gelas ukur pada keadaan kosong
  2. Masukan larutan yang ingin diukur volumenya
  3. Melihat besarnya volume pada skala gelas ukur.
Prinsip Kerja Gelas Ukur
Prinsip pembacaan skala pada gelas ukur menggunakan prinsip miniskus cekung. Dimana dalam membaca atau mengukur larutan (cairan) dengan melihat cekungan pada skala gelas ukur tersebut. Tepatkan cekungan  bagian bawah ataupun poin atas cembung tersebut dengan skala pada gelas ukur. Hal tersebut dikarenakan keadaan alami cairan yang berada pada ruang tertutup. Secara alami, cairan dalam gelas tentu tertarik ke dinding gelas di sekitarnya efek gaya molekular.

  B. Gelas Beker
Gelas beker atau biasa disebut dengan gelas piala adalah alat gelas kimia berbentuk silinder dengan dasar yang rata. Beaker glass ini umumnya terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas hingga 200 C. Beaker glass ini memiliki takaran tapi tidak digunakan untuk mengukur volume suatu zat cair, karena alat ini hanya memiliki tingkat ketelitian dengan akurasi 10 %. Ukuran beaker glass ini bervariasi yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 150 ml, 200 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml, 2000 ml.



Bagian-Bagian Gelas Beker
a.       Mulut gelas
b.      Skala
c.       Badan gelas
d.      Dasar gelas

Fungsi Gelas Beker
  1. Sebagai tempat untuk membuat larutan seperti larutan.
  2. Untuk mengukur volume larutan yang tidak membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi.
  3. Beaker glass berfungsi sebagai pemanas, misalnya tempat untuk memanaskan bahan/larutan diatas hot plate, memanaskan aquades untuk melarutkan bahan kimia.
  4. Beaker glass berfungsi untuk mencampur dan mereaksikan bahan kimia atau larutan kimia.
Cara Kerja Gelas Beker
  1. Memastikan gelas ukur pada keadaan kosong
  2. Masukan larutan yang ingin diukur volumenya
  3. Melihat besarnya volume pada skala gelas ukur.

Prinsip Kerja Gelas Beker
Prinsip pembacaan skala pada gelas beker menggunakan prinsip miniskus cekung. Dimana dalam membaca atau mengukur larutan (cairan) dengan melihat cekungan pada skala gelas ukur tersebut. Tepatkan cekungan  bagian bawah ataupun poin atas cembung tersebut dengan skala pada gelas ukur. Hal tersebut dikarenakan keadaan alami cairan yang berada pada ruang tertutup. Secara alami, cairan dalam gelas tentu tertarik ke dinding gelas di sekitarnya efek gaya molekular.

  C. Labu Takar
Salah satu alat yang sering dipakai anak kimia di laboratorium kimia adalah labu ukur. Alat ini sangat penting dan dibutuhkan terutama dalam hal pembuatan dan pengenceran larutan. Pembuatan suatu larutan baik dengan cara langsung maupun tidak langsung, mesti menggunakan labu ukur ini. Labu ukur mempunya ukuran yang paling kecil 10 ml , yang paling besar sampai 5 liter, 2 liter dan 1 liter. Labu ukur ini terdiri dari gelas yang berbentuk labu dan satu set dengan penutupnya. Alat ini  juga bisa digunakan untuk mengukur volume cairan.


Bagian-Bagian Labu Takar
a.       Mulut labu
b.      Leher labu
c.      Wadah larutan
d.      Dasar labu

Fungsi Labu Takar
  1. Untuk mengencerkan suatu larutan.
  2. Mengukur Volum larutan

Cara kerja Labu Takar
  1. Memasukan larutan yang ingin diukur volumnya sesuai dengan nilai volum pada tabung, misal 100 ml.
  2. Ketika belum sesuai dengan volume yang diinginkan maka bisa menambahkan larutan lagi dengan menggunakan pipet sampai volume permukaan cairan tepat berimpit dengan tanda lingkaran pada leher labu.
  D. Piknometer
Massa jenis suatu zat dapat ditentukan dengan berbagai alat, salah satunya adalah dengan menggunakan piknometer. Piknometer adalah suatu alat yang terbuat dari kaca, bentuknya menyerupai botol parfum atau sejenisnya. Jadi dapat diartikan disini, piknometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida. Dengan piknometer, kita dapat mengukur bobot sejumlah (volum) benda yang pasti pada suhu tertentu. Alat ini terdiri atas labu kecil dari gelas yang mempunyai sumbat berlubang yang disesuaikan secara seksama dengan mulut labu melalui pengempelasan. Terdapat beberapa macam ukuran dari piknometer, tetapi biasanya volume piknometer yang banyak digunakan adalah 10 ml dan 25 ml, dimana nilai volume ini valid pada temperature yang tertera pada piknometer tersebut.


           
Bagian-bagian Piknometer
1.      Tutup piknometer, untuk mempertahankan suhu di dalam piknometer.
2.      Lubang
3.      Gelas atau tabung ukur, untuk mengukur volume cairan yang dimasukkan dalam piknometer.
Fungsi Piknometer
1.      Untuk mengukur volum
2.      Untuk mengukur massa jenis suatu zat

Cara Menggunakan Piknometer
Berikut tata cara menggunakan piknometer untuk menentukan volume fluida:
Dengan menyumbat piknometer yang sudah terisi penuh, kelebihan cairan akan keluar melalui lubang dalam sumbat sehingga piknometer akan terisi sampai lubang sumbat paling atas. Sementara itu, suhu harus dipertahankan agar tetap sama dengan suhu kalibrasi. Dengan jalan demikian, kita mempunyai sejumlah cairan yang pada setiap percobaan volumenya pasti sama.
1.      Pilih ukuran piknometer yang dinginkan sesuai dengan volum yang dibutuhkan.
2.      Masukkan sampel  larutan ke dalam piknometer sampai di atas leher, pasang tutupnya hingga sampel dapat mengisi pipa kapiler sampai penuh dan pastikan tidak ada gelembung udara di dalam piknometer.


  E. Buret
Buret adalah salah satu alat laboratorium kaca atau Glassware yang berbentuk silinder yang memiliki garis ukur dan sumbat keran pada bagian bawahnya. Ia digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, seperti pada eksperimen titrasi. Buret dan juga dapat digunakan dalam kimia analitik untuk mengeluarkan variabel, jumlah terukur dari larutan kimia.

Berdasarkan Ukuran, buret dibagi menjadi beberapa macam yaitu :
  1. Buret makro yaitu buret yang kapasitasnya 50 ml dan skala terkecilnya dapat dibaca hingga 0.10 ml.
  2. Buret semimikro memiliki kapasitas volume 25 ml dengan skala terkecil dapat dibaca hingga 0.050 ml.
  3. Buret makro memiliki kapasitas volume 10 ml. Skala terkecilnya adalah 0.020 ml

Bagian- Bagian Buret
  1. Mulut atas buret
  2. Skala
  3. Kran pemisah
  4. Mulut bawah buret
Fungsi Buret
Buret berfungsi untuk mengukur volume cairan yang keluar seperti pipet. Pada buret terdapat kran untuk mengeluarkan atau menghentikan cairan yang keluar dan volumenya dapat diketahui pada skala yang tertera pada buret.
Cara kerja Buret
  1. Cuci buret hingga bersih, bebas lemak maupun debu.
  2. Buret diklem pada tiang buret dalam posisi tegak lurus dengan datar air.
  3. Periksa kran buret, kran harus mudah diputar dan tidak bocor. Bila kran sukar diputar atau bocor, lepaskan kran tersebut dan olesilah permukaannya dengan vaselin.
  4. Bilaslah buret dengan larutan yang akan dipakai untuk titrasi, kemudian isi buret dengan larutan yang sama sampai diatas titik nol.
  5. Alirkan larutan dengan membuka kran dan usahakan kolom pipa dibawah kran terisi larutan ( tidak terdapat gelembung udara ).
  6. Atur tinggi cairan sampai meniskusnya tepat pada angka nol atau angka lain dan catatlah angka mula - mula ini.
  7. Mulailah titrasi, tangan kiri memegang kran sambil memutarnya

Perawatan Alat Ukur
  1. Pembersihan sangat disarankan menggunakan busa / sikat plasik yang halus sehingga tidak merusak peralatan gelas tersebut.
  2.  Penanggulangan sisa – sisa bahan kimia yang melekat pada gelas, pengaduk kaca dibalut kapas dibasahi larutan asam lalu digosokkan ke bagian gelas yang mengerak.
  3. Bilas dengan air setelah membersihkannya kemudian dikeringkan